Kabar Jateng

PON XX Papua: Bambang Raya Lepas Tim Forki Jateng

SEMARANG, kabarjateng.com – Air mata tak terbendung membasahi pipi para karateka Jateng dan orang tuanya ketika duta olahraga itu membasuh dan mencium kaki sang ibu.

Para atlet minta maaf kepada ibu dan ayahnya sekaligus mohon doa restu untuk berangkat ke Papua dalam upaya membela kontingen Jawa Tengah yang sedang berlaga di PON XX Papua.

Para atlet benar-benar tulus melakukannya, dengan membasuh kaki ibu, kemudian menciumnya.

Mereka kemudian berangkulan, sembari menahan haru. Sementara ayahnya kendati lebih tegar, namun tetap saja terlihat matanya berkaca-kaca.

Gambaran itu terjadi saat tim Forki Jateng dilepas oleh Ketua Umum Pengprov Forki Bambang Raya Saputra di Hotel Natalia, Bandungan, Kabupaten Semarang pada Selasa 5 Oktober 2021 .

Rangkaian acara pelepasan tim itu diisi pemakaian jaket kontingen dan penyerahan ID Card kepada tim serta potong tumpeng.

Tim Forki Jateng akan bertolak dari Bandara Achmad Yani Semarang pada 7 Oktober menuju Bandara Soekarno – Hatta Cengkareng, kemudian melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sentani Jayapura.

Tim ini berkekuatan 18 personel dipimpin oleh manajer tim Suroso.

Mereka didanpingi pelatih Andriansyah, Dyah Puspitasari, Puspitasari Triana Gustin, Febrian Gede Saputra, Yudi Bidiyanto.

Sebanyak 12 atlet yang akan bertanding di sembilan kelas adalah Laila Nur Humairoh, Oshi Zulfa Saniya, Alifa Milanisty, Hera Imandha, Sindhytyas Putri Vedhayana.

Kemudian Detrina Sabda Nugraha, Herlan Adiyoga, Garuda Mahameru, Agvyan Risky Perdana, Farizal Wahyu Adika, Getta Shavada Aryadilana dan Wahyu Mukti Wijaya.

Bambang Raya dalam kesempatan itu menyebutkan, bahwa PON merupakan arena yang sangat penting bagi seorang atlet, karena ini merupakan puncak perhelatan olahraga di Tanah Air.

“Semua atlet terbaik daerah akan bertarung di sana, mereka berjuang mati-matian untuk menjadi yang terbaik,’’ katanya.

Dengan kondisi itu, tim Forki Jateng ini diakuinya sudah melakukan yang terbaik, mulai dari TC mandiri di rumah masing-masing lantara terimbas pademi Covid-19,

Kemudian TC Sentralisasi mandiri yang diadakan Pengprov Forki, serta TC Sentralisasi selama tiga bulan oleh KONI Jateng.

Secara teknik, fisik dan mental diyakini para karateka sudah siap berlaga di PON.

“Kini tinggal bagaimana kalian mampu memperlihatkan kualitas diri di atas matras. Semangat, fokus dan pantang menyerah merupakan kunci kalian dalam upaya mencapai prestasi,’’ ujarnya.

Dia kembali membakar semangat para atlet.

“Anggap ini merupakan PON terakhir bagi kalian, besok tidak ada lagi kesempatan yang sama. Karena itu sekarang atau tidak sama sekali,’’ tandasnya.

Sementara Kabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga (KPO) KONI Jateng, I Nengah Segara Seni dalam sambutannya mengatakan, PON merupakan titik kulminasi dari pembinaan olahraga nasional.

Karena itu, semua atlet, baik itu atlet daerah, atlet nasional bahkan atlet yang sudah berpengalaman bertanding di tingkat internasional akan bertemu di ruang, tempat dan waktu yang sama.

Karena itu, pesannya kepad para atlet Jateng, kata kunci yang harus dipegang para atlet adalah fokus di setiap pertandingan.

“Jangan ada rasa grogi, apalagi takut. Jangan memandang lawan itu besar atau kecil, berpengalaman atau pendatang baru. Kalian memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik di arena pertandingan,’’ katanya.

Setelah melakukan persiapan dengan baik walau waktu yang tersedia tidak bergitu panjang, namun Segara Seni merasa yakin para karateka ini akan mampu menjaga dan memperjuangkan harga diri sebagai atlet maupun sebagai warga Jateng.

Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua Umum II Forki Jateng, Adam Prabowo, juga pimpinan Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) Jateng, Handoyo yang juga merupakan pembina karateka di Undip.***

Tinggalkan Balasan