Kabar Jateng

Pameran UMKM Masih Sepi Pengunjung

Kabarjateng.com, Semarang – Dinas Koperasi UKM Jateng kembali menggelar pameran UMKM di Mal Ciputra. Pameran bertajuk The Harmony of Java Festival 2021 diikuti sebanyak 58 pelaku UMKM pada 14-25 Oktober. Para pegiat UMKM yang berpartisipasi dari sektor fashion, aksesoris, automotif, properti, furnitur, hingga food and beverages. Dari hasil pemantauan koran ini pameran didominasi sektor fashion dan aksesoris.

Beberapa toko batik, tas, dan perhiasan berjajar di atrium Mall Ciputra. Dari keempat pelaku UMKM yang koran ini kunjungi mengaku pembeli belum ramai lantaran masih hari pertama pameran. Memang dari tepi jalan, pembeli terlihat masih sepi. Hanya beberapa yang mempir melihat-lihat. Rata-rata omzet belum sampai Rp 1 juta. Bahkan ada yang hanya kisaran Rp 100 ribu.

“Baru ini sih ikut pameran di mal, coba mau lihat seperti apa hasilnya nanti,” ujar Ritya, pegawai Wingko O yang juga menjual oleh-oleh khas Semarang lainnya. Ragam jajanan yang dijualnya berkisar mulai dari Rp 20-Rp 60 ribu. Hari ini Ritya mengaku baru mendapat sekitar Rp 200 ribu dari hasil penjualan. Tak jauh berbeda dengan stan UMKM Bengok Craft. Omzetnya hanya sekitar Rp 100 ribu. “Belum banyak yang beli sih, tapi yang mampir lihat-lihat lumayan. Mungkin karena barangnya cukup unik dan jarang ada yang jual di mal,” ungkap Sandita, penjaga stan Bengok Craft kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kemudian koran ini bergeser ke stan selanjutnya, Batik Cici asal Sukoharjo. Dari belasan pengunjung yang mampir sekitar 6 di antaranya melarisi pakaian batiknya. Dikatakan produksi batiknya menggunakan katun sunsoris yang membedakan dengan sebagian pelaku di industri batik. Kemudian di stan Surya Java Furnindo beberapa dekorasi rumah dibeli pengunjung. Dani menjual perlengkapan rumah dan furnitur yang terbuat dari kayu.

Harga produk mulai dari Rp15 ribu hingga jutaan rupiah. Talenan, piring, meja, kaligrafi, dan hiasan rumah lainnya dijualnya. Meski di hari pertama belum ramai, mereka optimistis hari-hari berikutnya akan didatangi lebih banyak pengunjung. Mereka juga antusias menggaet pelanggan baru yang belum pernah dijangkau sebelumnya. Terlebih para pengunjung mal yang berasal dari banyak kalangan.